Jihad Dan Terorisme

Arti Jihad

Jihad dalam maknanya adalah ‘berjuang’ sebagai gambaran umum. Jihad berasal dari kata juhd, yang berarti at-ta’b, kelelahan. Arti Jihād fī sabīlillāh, perjuangan di Jalan Allah, adalah berjuang secara berlebihan dalam melelahkan diri, melelahkan diri dalam mencari Hadirat Ilahi dan membawa Firman Allah, yang semuanya Dia buat Jalan ke Surga.
Karena alasan itu Allah berfirman:

َجَاهِدُوا فِي اللَّهِ حَقَّ جِهَادِهِ

Dan berjuang keras (jāhidū) di (jalan) Allah, (seperti) a berjuang karena Dia;

Sangat penting untuk memahami bahwa di bawah istilah jāhidū datang banyak kategori Jihad yang berbeda, masing-masing dengan konteks spesifiknya. Pemahaman umum tentang Jihad hanya berarti perang dibantah oleh tradisi Nabi:

حدثنا عبد الرحمن بن مهدي عن سفيان عن علقمة بن مرثد عن طارق بن شهاب أن رجلا سأل رسول الله الغرز أي الجهاد أفضل قال كلمة حق عند سلطان جائر

Seorang pria bertanya kepada Nabi, “Jihad mana yang terbaik?” Nabi berkata, “Jihad yang paling bagus adalah dengan mengucapkan kata kebenaran di depan seorang tiran.”

Fakta bahwa Nabi menyebut jihad ini sebagai “yang paling unggul” berarti bahwa ada banyak bentuk Jihad yang berbeda.

Empat belas Kategori Jihad milik Ibn Qayyim
Sarjana Islam, dari zaman Nabi hingga saat ini, telah mengkategorikan Jihad menjadi lebih dari empat belas kategori yang berbeda. Jihad bukan hanya mengobarkan perang, seperti yang dipahami kebanyakan orang saat ini. Sebenarnya perang, atau Jihad agresif, menurut banyak cendekiawan, hanya satu dari empat belas kategori Jihad yang berbeda.
Dalam bukunya Zad al-Ma’ad, Ibn Qayyim al-Jawzīyyah membagi Jihad ke dalam empat belas kategori yang berbeda:

Jihad Melawan Orang-orang Munafik
1.15. Dengan hati
1.16. Dengan lidah
1,17. Dengan kekayaan
1,18. Oleh orang

Jihad Against the Unbelievers
1.19. Dengan hati,
1,20. Dengan lidah
1.21. Dengan kekayaan
1,22. Oleh orang

Jihad Melawan Iblis
1.23. Melawannya secara defensif melawan segala keinginan palsu dan keraguan fitnah dalam iman yang dia lemparkan ke arah hamba.
1.24. Melawannya secara defensif dari segala yang ia lemparkan ke arah hamba yang memiliki hasrat dan keinginan yang korup.

Jihad Diri
1.25. Bahwa ia berusaha untuk belajar bimbingan dan agama kebenaran yang tidak ada kegembiraan atau kebahagiaan dalam hidup atau di akhirat kecuali olehnya. Dan ketika dia mengabaikannya, pengetahuannya sangat buruk.
1.26. Bahwa dia berusaha untuk menindaklanjutinya setelah dia mempelajarinya. Untuk kualitas abstrak pengetahuan tanpa tindakan, bahkan jika dia tidak melakukan kesalahan, tidak ada manfaatnya.
1.27. Bahwa ia berusaha memanggil Allah dan mengajarkannya kepada seseorang yang tidak mengetahuinya. Kalau tidak, dia akan termasuk di antara mereka yang menyembunyikan apa yang Allah telah ungkapkan dari bimbingan dan kejelasan. Pengetahuannya tidak menguntungkannya atau menyelamatkannya dari hukuman Allah.
1.28. Bahwa dia berusaha dengan sabar dalam mencari panggilan kepada Allah. Ketika ciptaan mencelakakannya, dia menanggung semuanya demi Allah.

Kategorisasi Jihad milik Ibn Rushd
Ibn Rushd, dalam Muqaddimahnya, membagi jihad menjadi empat jenis:
1. Jihad jantung
2. Jihad lidah
3. Jihad tangan
4. Jihad pedang.

Jihad of the Heart – Perjuangan melawan Diri
Jihad jantung adalah perjuangan individu dengan keinginannya sendiri, keinginan, ide-ide salah dan pemahaman yang salah. Ini termasuk perjuangan untuk memurnikan hati, untuk meluruskan tindakan seseorang dan untuk mengamati hak dan tanggung jawab semua manusia lainnya.

Jihad of the Lidah – Pendidikan dan Nasihat
Dia mendefinisikan Jihad dari lidah sebagai:
Untuk memuji tingkah laku yang baik dan melarang yang salah, seperti jenis Jihad yang Allah perintahkan untuk kita penuhi terhadap orang-orang munafik dalam Firman-Nya, “Wahai Nabi! Berusaha keras melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik ”.
Ini adalah Jihad yang dilakukan Nabi dalam perjuangan untuk mengajar umatnya. Artinya berbicara tentang tujuan dan agama seseorang. Ini dikenal sebagai Jihad Pendidikan dan Penasihat.
Allah pertama kali mengungkapkan:

اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ

Baca atas nama Tuhanmu!

Aspek pertama dari Jihad Pendidikan adalah melalui membaca. Membaca berasal dari lidah.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ

Wahai nabi! berjuang keras [jhid] melawan orang-orang kafir dan orang-orang munafik, dan bersikap tegas terhadap mereka.

Jihad Tangan – Pengembangan Masyarakat Sipil dan Kemajuan Material
Jihad tangan mencakup perjuangan untuk membangun bangsa melalui pengembangan dan kemajuan material, termasuk membangun masyarakat sipil, memperoleh dan meningkatkan setiap aspek teknologi dan kemajuan masyarakat secara umum. Bentuk Jihad ini meliputi penemuan ilmiah, pengembangan obat-obatan, klinik dan rumah sakit, komunikasi, transportasi, dan semua infrastruktur mendasar yang diperlukan untuk kemajuan dan kemajuan masyarakat, termasuk lembaga pendidikan. Membangun juga berarti membuka peluang bagi orang miskin melalui program ekonomi dan pemberdayaan diri. Mainkan game online juegos friv terbaik .
Aspek lain dari Jihad oleh Tangan adalah melalui tulisan, karena Allah berfirman:

الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

Dia mengajar dengan menggunakan pena, mengajar umat manusia apa yang tidak dia ketahui dalam Dakwah Islam.

Menulis makna termasuk penggunaan komputer dan semua bentuk publikasi lainnya.

Jihad of the Sword – Perang Combatif
Akhirnya Jihad tangan termasuk perjuangan oleh pedang ( Jihādun bis-sayf ), seperti ketika seseorang melawan agresor yang menyerang Anda dalam perang perang.

Bid’ah Kelompok Salafy Wahabi Dalam Pembagian Tauhid

Mereka yang biasa menamakan diri dengan kelompok “Salafy” adalah golongan yang akrab dengan aktivitas membid-ahkan segala hal yang sifatnya baru dalam beragama, tepatnya adalah semua kegiatan yang tidak pernah di praktekan oleh Nabi SAW dan para sahabat yang agung.

Secara umum Kelompok “Salafy” Wahabi meyakini 3 point berikut:

1. Segala hal yang baru adalah Bid’ah.
2. Segala Bid’ah adalah sesat.
3. Yang sesat adalah masuk neraka.

Namun lucunya mereka sendiri melakukan inovasi, tidak tanggung-tanggung mereka berinovasi dalam urusan mengenal Allah SWT dengan pembagian Tauhid menjadi 3 point yakni.

1. Uluhiyah.
2. Rububiyah.
3. Asma wa Sifaat.

Dan bagi Salafy hal itu bukanlah Bid’ah. Padahal mereka berinovasi.

3 point pembagian Tauhid diatas tidak dikenal dimasa nabi SAW, ini merupakan inovasi para Salafy. Namun mereka berkilah bahwa pembagian-pembagian tersebut merupakan METODE yang termasuk dalam Muslahah Murshalih untuk mengenal Allah SWT, untuk memudahkan mereka mengajari umat mengenal Allah SWT.

Jika memakai pola fikir kelompok Salafy Wahabi yang amat ketat dan kaku dalam menghukumi segala sesuatu yang dianggap baru sebagai Bid’ah Sesat. Maka pembagian tauhid menjadi 3 bagian merupakan bidah yang sesat.

Karena Nabi SAW tidak pernah membagi tauhid menjadi 3 dan tidak pula mengajarkan 3 metode pengenalan Tauhid versi “Salafy” itu.

Jika berpegang dengan metode Tauhid versi Salafy diatas dan berlandas dengan pola fikir mereka yang keras maka akan membawa kita kepada kesimpulan-kesimpulan (pertanyaan) berikut ini.

1. Lalu apakah nabi Muhammad SAW tidak amanah dalam menyiarkan Islam, sehingga menyembunyikan 3 pembagian diatas?

2. Lalu apakah Nabi SAW juga tidak fathonah (cerdas) sehingga tidak mampu menemukan metode ini?

3. Ataukah Islam belum sempurna?

Allahu a’llam Bissawab.

Hukum Dan Dalil Maulid Nabi SAW, Apakah Maulid Bid’ah Sesat?

Tulisan ini saya buat karena seringkali saya melihat diskusi atau juga terlibat diskusi baik di internet pula di dunia nyata tentang isu tahunan namun tidak pernah usang yakni Apakah Maulid Bid’ah. Mereka yang kontra dengan Maulid, dan yang pernah saya temui untuk berdiskusi umumnya dari kalangan PKS dan juga mereka yang biasa disebut dengan golongan Salafi Wahabi. Baca lebih lanjut

Info Download Buku Islam

This blog owns by Perang Tinta

Berikut adalah Link dari Perpustakaanmuslim Download Buku/Ebooks Islam:

1. Buku Sejarah Islam:

Sejarah Khulafaur Rasyidin: Isu-isu Kontroversi Seputar Pemerintahan Khulafaur rasyidin
Dr. Marzuki Haji Mahmood

Sejarah Islam khulafaur Rasyidin 2: Bidayah Wa Nihayah
Ibnul Qayyim Al Jauziyah

2. Buku-buku Fiqh Islam:

Panduan Hukum Islam: I’lamul Muwaqiin
Ibnu Qayyim Al Jauziyah

Kumpulan Fatwa Fiqh Syaikh Al Banni
Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-banni

3. I’dad :

Zaadul Ma’ad-Bekal Menuju Akhirat
Ibnul Qoyyim Al jauziyah

4. Kristologi:

Islam Dihujat
Irene Handono

Muhammad Dalam Perjanjian Lama dan Injil Perjanjian Baru
Profesor David Benjamin Keldani B.D

Asal Usul Bible/Alkitab Perjanjian Lama dan Injil Perjanjian Baru

Siapa Juru Selamat Dunia
Yohannes Baptista Sariyanto Siswosoebroto

5.Kumpulan Do’a :

Risalah Ruqyah Syar’iyyah

6. Aliran Pemikiran Sesat :

Aliran Sesat NII Al Zaytun
Umar Abduh

7. Al Quran:

Menghapal Al Quran
DR. Yusuf Al Qardhawi

8. Dakwah dan Harokah
Fiqh Dakwah Islamiyah Dalam Al Quran

Ikhwanul Muslimin: Deskripsi, Jawaban Atas Tuduhan, dan Harapan
Syaikh Jasim Muhalhil

Update: Link ke situs info download buku Islam sudah di hapus karena situs tersebut sudah di suspended accountnya oleh pihak web hosting dan maaf atas ketidak nyamanan ini

10 Muwashofat

Dalam Ramadhan ini ada 2 hal yang seyogyanya kita berusaha sungguh-sungguh untuk mencapainya:

1) Apakah dengan ramadhan ini kita makin gigih untuk menghidupkan semangat kita dalam beriman dan beramal shaleh sehingga memiliki prinsip-prinsip hidup berikut? ALLAH Ghoyatuna (Allah tujuan kami) Muhammad Qudwatuna (Muhammad teladan kami) Al-Qur`an Dusturuna (AlQuran petunjuk kami) Jihad Sabiluna (jihad jalan kami) Al-Mautu Fi Sabilillah Asma Amanina (Maut di jalan Allah adalah cita-cita kami yang tertinggi) Baca lebih lanjut