Wanita dan pendidikan yang sebenarnya:

Keberhasilan sejati kita sebagai wanita adalah hidup sesuai yang diharapkan Allah sebegai ibu bagi kaum Muslimin yang taat. Itu Adalah perbuataan yang benar berharga yang menjadi bekal dialam kubur kelak dan satu-satunya perbuataan yang berarti dihadapan Allah kelak dihari kiamat. Semoga Allah selalu merahmati kita…amiin

Aisha radi Allahi anha biasa memuji wanita-wanita Anshar dengan pujian seperti ini,”Yang bagus dari wanita Anshar adalah mereka tidak pernah malu untuk belajar dan berusaha mamahami masalah agama.” (Muslim, kitab al hayd)

Malik ibn Huwayruth dan sekelompok pria datang kepada Rasulullah saw untuk hidup didekatnya untuk belajar kepada baginda. Dan ketika mereka selesai dan berkemas untuk pulang, Rasulullah saw berpesan kepada mereka “Kembalilah kepada istri-istrimu dan anak-anakmu dan tinggalah bersama mereka. Ajari mereka apa yang telah kalian pelajari dan mintalah mereka untuk mengamalkannya.” ( al Bukhari)

Rasulullah saw mewajibkan kepada para ayah dan ibu agar menjaga putri-putri mereka dari kebodohan dikarenakan ketika kelak mereka akan memainkan peranan penting sebagi ibu rumah tangga dan ibu bagi anak-anak Muslim. Dan jika mereka gagal mendidik putri-putri mereka, maka kewajiban suami2 mereka kelak untuk mengajari istrinya prinsip-prinsip dasar sehingga mereka dapa hidup menurut ajaran Islam.

Ibn al Hajj, “Jika seorang wanita menuntut haknya untuk belajar ilmu agama kepada suaminya dan membawa kasus tersebut kepada hakim, tuntutannya dibenarkan karena adalah haknya untuk dididik ilmu oleh suaminya atau mengizinkannya keluar mencari ilmu dimanapaun. Sang hakim harus memaksa suaminya untuk meluluskan tuntutan sang istri seperti kewajibannya untuk memenuhi kebutuhan materi sang istri, karena hak-hak istri dalam urusan agama adalah hal yang paling esensi dan paling utama.”

Wanita Arab, hingga sampai kedatangan Islam sama sekali tidak sadar akan pentingnya belajar dan kesusasteraan, menjadi para pelindung dari pembelajaran dan menawarkan tuntunan kepada yang lain mengenai hal ini. Berikut hanyalah sedikit dari ratusan atau mungkin ribuan ulama wanita Muslim. Mereka adalah contoh-contoh yang menempatkan kewajiban agama ditempat pertama sebelum aspirasi materi dalam hidup ini.

Aisha bin Abu Bakar, istri nabi saw:”Aisha radi Allahu anha, istri nabi Muhammad saw, diberkahi panjang umur dan memberikan tuntunan berharga kepada kaum Muslim generasi awal, bahkan seorang sahabat terkemuka dan Khulafa Rashidun. Muridnya ‘Urwah ibn az-Zubayr berkata, “Aku belum pernah melihat seorang yang berilmu sehebat Aisha radi Allahu anha dalam pengetahuannya mengenai al-Quran, kewajibannya, masalah haram-halal, puisi, kesusasteraan, Sejarah dan genelogi Arab.” (tadhkirah al huffaz)

Dia mengetahui banyak bidang studi yang diagungi oleh banyak orang. Ibn Malikh berkata. “Kita tidak seharusnya terkejut akan penguasaannya dalam masalah sair dikarenakan beliau putri Abu Bakar yang sangat fasih dalam berkata-kata dan sosok sastrawan yang brilian.” Namun yang perlu kita kejutkan adalah pengetahuannya yang dalam mengenai ilmu kedokteran. Kapanpun seorang datang kepada nabi saw dan mendiskusikan masalah perobatan untuk penyakit, Aishah bisa mengingatnya. Dia pun mahir dalam bermatematika sehingga banyak para sahabat yang berkonsultasi kepadanya berkenaan masalah mirath (waris) dan perhitungan bagian.

Aishah mempunyai ingatan yang sangat tajam dan mampu mengingat ajaran nabi saw dengan sangat baik. Ibn Hajr menyebutkan sebanyak 88 nama ulama besar yang berguru padanya dan kemudian berkata bahwa ada sejumlah lain lagi. Ini termasuk Amr Ibn al-As, Abu Musa al Ash’ari dan Abdullah ibn az-Zubayr; para ahli hukum yang brilian dan para ahli hadis seperti Abu Hurayrah, Abdullah ibn Abbas dan Abdullah ibn Umar, dan ulama-ulama besar dari golongan Tabi’in seperti Sa’id ibn al Musayyad dan ‘Alqamah ibn Qays.” (fath Ibn Hajar al bari vol vii h 82-83)

Reputasinya sebagai ulama mencapai pelosok negri sehingga banyak pengumpul hadis dari daerah sekitar mendatanginya dan bertanya perihal hadis Rasulullah saw. Dia termasuk seorang hafiz hadis terbesar dan meriwayatkan 2210 Hadis. Tidak ada sahabat lain yang meriwayatkan hadis sebanyak itu, selain Abdullah ibn Amar, Anas dan Abu Hurayrah radi Allahu anhum. Sahabat-sahabat nabi saw selalu mendatangi Aishah radi Allahuu anha tiap kali mereka menemukan masalah yang sulit untuk dimengerti masalah hukum.

Salah seorang muridnya, Urwah Ibn az-Zubayr berkata:

‘Urwah ibn az-Zubayr berkata, “Aku belum pernah melihat seorang yang berilmu sehebat Aisha radi Allahu anha dalam pengetahuannya mengenai al-Quran, kewajibannya, masalah haram-halal, puisi, kesusasteraan, Sejarah dan genelogi Arab.” (tadhkirah al huffaz)

Abu Musa al-Ash’ar_ berkata:

Tiap kali kami para sahabat menemukan masalah yang sulit dalam urusan hadis maka kami mengunjungi Aishah dan menemukan bahwa dia mempunyai pengetahuan yang mendalam akan hal tersebut.

Saffiyah, istri nabi saw:
Saffiyah radi Allahu anha was also very learned in fiqh. Imam an Nawawi said; “She was the most intellectual among the learned women.” (tahdhib asma was sifaat vol 2 p 349)

Safiyah istri nabi Muhammad radi Allahu anha juga seorang ahli fiqh yang terpelajar. Imam an Nawawi berkata: “Dia adalah yang paling cerdas diantara wanita terpelajar.” (tahdhib asma was sifaat vol 2 h 349)

Umm Salahmah, istri nabi Muhammad: Ibn Hajar menyebutkan sekitar 32 nama-nama dari ulama yang mempelajarai Hadith darinya dan meriwayatkannya yang bersumber darinya. Marwan dan banyak sahabat lainnya belajar padanya berkenaan masalah Fiqh. Dia selalu berkata “Kenapa kita belajar kepada yang disaat istri-istri nabi masih ada diantara kita?” (musnad Ahmad vol. 6 h 323)

Rabi’ah bin Mu’awwad: Dia seorang ahli fiqh yang brilian. Para cendekiawan dari Madinah seperti Abdullah ibn Abbas, Abdallah ibn Umar, Salman ibn Yasar, Abbad ibn Walid dan Nafi’ biasa datang kepadanya untuk belajar. (tahdhib at tahdhib vol.12 h 444)

Ummi Atiyyah: Sejumlah sahabah dan kaum cendikiawan diantara tabiin biasa mengunjunginya untuk mempelajari beragam aspek berkenaan hukum Islam darinya di Basrah. Dia pula meriwayatkan hadis Nabi Muhammad saw. Imam Nawawi berkata,”Dia sahabiyah yang cendikia dan salah seorang yang pergi kemedan jihad bersalam Rasulullah saw. (taghib al asma was sifaat vol w h 364)

A’sha bin Sa’d bint Abi Waqqas: Dia adalah putri dari seorang sahabat besar. Dia seorang cendikiawan dalam masalah Ilmu Islam dan Imam Malik, Hakim ibn Utaybah bin Ayyub as Sakhtiyani, seorang ahli hukum dan para ahli hadis adalah murid-muridnya.

Sayyidah Nafisa, Cucu dari Hasan: Sejumlah besar murid-muridnya datang kepadanya dari berbagai tempat berbeda untuk belajar padanya. Imam Sha’fii adalah seorang muridnya. (wafayat al-a’yan vol 2 h 169)

Umrah bint Abdu Rahmah: Dia salah seorang dari murid terbaik siti Aishah radi Allahu anha. Imam Ahmad berkata: “Dia seorang ahli agama yang ulung dan ulama besar. Dia diajar langsung dalam pangkuan Aishah radi Allahu anha, juga meriwayatkan banyak hadis dan sahih, mempunyai daya ingat yang menakjubkan dan salah seorang isnad yang dapat dipercaya.”ibn Habban berkata hal serupa tentang dirinya.

Umar ibn Abdul Aziz, seorang khalif besar dari bani Ummayah, yang digambarkan oleh para sejarawan sebagai khalifah sekaliber para Khulafur rasyidun, menghormati periwayatan Umrah bin Abdu Rahmah shingga dia meminta Abu Bakr ibn Muhammad ibn Hazm untuk mencatatnya. Ulama-ulama besar seperti Abu Bakar ibn Hazm, Imam az-Zuhri dan Yahya bin Sa’id, dan semua ahli hukum berpegi kepadanya untuk belajar hadits.

Zaynab, putri Ummi Salam: Seperti halnya ibunya, dia juga seorang ahli dalam masalah hukum. Ibn Abdul Barr berkata,”Dia seorang ahli ilmu agama yang mempunyai status lebih tinggi diantara mereka yang sejaman dengannya.” (al isti’ab fi asma’ al as hab))

Ummi ad darda: Dia seorang istri dari sahabah terkemuka Abu Darda dan terpelajara dalam studi al-Hadis. Imam Bukhari menunjuk kepadanya sebagai sumber sahih al-Bukhari: “Umm darda selalu duduk dalam tasahhud dalam doanya seperti seorang pria (dalam shalat) dan dia seorang ahli ilmu agama.” Ibn Abdul Barr menjulukinya “Seorang ulama brilian diantara para ulama wanita, dan pula seorang yang taat dalam agama.” (al isti’ab fi asma’ al as hab)

Fatimah bint Qays: Pengetahuannya begitu dalam sehingga dia mendiskusikan urusan hukum bersama Umar dan Aisha radi Allahu anha radi Allahu anha untuk waktu yang lama dan mereka tidak dapat menolak ide-idenya. Imam Nawawi berkata,”Ia salah seorang yang hijrah diawal, dan memiliki kepandaian intelektual yang menakjubkan dan sangat baik.” (tahdhib at tahdhib vol.2 h 53)

Ummi Salim, Umm Anas: Dia adalah ibu dari sahabat terkemuka Anas. Dia seorang sahabiyah yang dihormati. Ibn Hajar berkata,” Kulitasnya yang patut dipuji terlalu banyak untuk disebutkan dan ia sangat terkenal.” Imam an Nawawi menjulukinya seorang ulama yang cakap diantara para sahabiyah.” (tahdhib at tahdhib vol.2 h 363)

Daftar nama-nama cendikiawan dan ulama Muslimah didalam Islam jumlah tidak terhingga. Ini menunjukkan bahwa wanita tidak disimpan dalam kebodohan dan but huruf namun sepenuhnya didukung untuk berpartisipasi dalam proses pembelajaran agama Islam dan kepandaiannya adalah sebagai guru pertama dari anak-anaknya. Ada contoh-contoh dimana sejumlah wanita menolak sejumlah ulama besar ulama dizamannya jika mereka mengatakan yang bertentangan dengan hak bagi wanita yang telah ditetapkan oleh Quran dan Sunnah. Wanita Muslim tidak hanya diperbolehkan untuk memperoleh pendidikan, namun juga mengkombinasikannya dengan kualitas moral yang tinggi yang Islam ilhami bagi para ibu kaum Muslim kelak.

Sudah saatnya kaum Muslim melepaskan rasa rendah diri (inferiority komplek) terhadap orang nonMuslim berkenaan urusan wanita dan tetap teguh kepada keyakinan kita untuk menjalankan kewajiban dari Tuhan Allah. Semoga Allah merahmati kita…Amiiin.


Sumber
:

Women and True Education By UmAmir at: http://www.themodernreligion.com/women/true-edu.html

Gender Equity (by Jamal Badawi)

 

Islam The Empowering of Women (by Aisha Bewley)

 

http://www.themodernreligion.com/w_main.htm

 ———————————-

Baca juga:

·        Dalam Islam, bolehkah memaksa kaum wanita untuk kawin?

·        Hukum Waris Wanita Menurut Islam dan Kristen

·        Kebanyakan Penghuni Neraka adalah Kaum Wanita?

·        Wanita, Anjing, Keledai membatalkan Shalat?

·        Kebanyakan Penghuni Neraka adalah Kaum Wanita?

·        Wanita dan Pendidikan Sebenarnya didalam Islam

·        Wanita dan pendidikan yang sebenarnya:

·        Pria dan Wanita Muslim mempunyai hak untuk memperoleh Pendidikan didalam Islam.

·        Kesetaraan antara pria dan wanita dalam Al-Quran oleh Tariq Al Swaidan:

Busby SEO Test

One thought on “Wanita dan pendidikan yang sebenarnya:

  1. Ping-balik: Mengkritisi Film Perempuan Berkalung Sorban | Rumah Abi

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s