Apakah di surga kelak akan ada sex bebas, lesbian dan Homosexual ?

Bagian ini yang sering umat Kristen meng-interpretasikannya secara salah,banyak tuduhan didasari dari penegasan Allah SWT yang menamakan pria dan wanita yang beriman didalam Quran, dan menjanjikan mereka semua sebagai pasangan seperti surat yang akan saya tulis dibawah nanti, karena tidak secara spesifik bahwa kaum pria hanya akan ber”gabung” dengan kaum wanita trus mereka yakin bahwa Allah SWT akan mencampurkan kedua gender bersama dan mengizinkan mereka untuk berhubungan seksual dengan sejenis (Gay dan Lesbian). Kesimpulan ini sungguh tidak benar karena didalam surga tidak akan ada Lesbian dan Homo,mari kita telaah bersama:

Dalam surat 52:54dikatakan “..Pemuda-pemuda (tampan)..”ditulis dalam bahasa Arab nya adalah “gilma-nun llahum”.Gilma-nun secara harfiah berati pria-pria muda.Ayat ini membicarakan pembantu pria muda yang Allah SWT ciptakan untuk melayani kaum beriman di surga..

Qs 56:17:”muds”..ditulis dalam bahasa Arab “wil-daa-nun”.secara Harfiah berarti anak-anak muda.ayat ini membicarakan hal yang sama seperti ayat diatas.

Qs 79:40-41 “…mereka akan menempati taman.”ditulis dalam bahasa Arabnya sebagai “fa-inna al-jannata hiya al-ma’wa”. Kalimat ini tidak menunjukkan sama sekali bahwa di surga kelak akan hubungan sex sesama gender.

Qur’an 52:20:”Wa-zawwaj naahum”,dalam bahasa Indonesianya berarti menikahkan dan dinikahkan

Catatan penting: Sangat penting untuk diketahui dalam Al-Qur’an bahasa Arab menunjuk kepada perkawinan ,karena perkawinan didalam Islam bukan untuk perkawinan dengan gender yang sama. Pria dilarang berkawin dengan pria didalam Islam begitupun halnya dengan wanita.Jadi disaat Allah SWT menggunakan kata “wa-Zawwaj-naahum”berasal dari kata “zawaaj(kawin)”,Allah SWT dengan jelas memaksudkan mengawinkan pria dan wanita bukan mencampurkan pria dan wanita bersama (kumpul kebo) dan bukan pula membuat mereka bebas memilih pasangan walaupun dengan gender sejenis (homo dan lesbi).

Jika begitu dengan siapa kaum beriman akan kawin,”…dengan mata yang indah nan jeli..”,ditulis dalam bahasa Arabnya adalah “bi huuri-aayn” kata yang sama untuk murid-murid Isa as yaitu kaum al-Hawariyyun (lihat Qs 3:52),(al-hawariyyun adalah bentuk plural dari bi huuri-ayyn(singular)) kedua-dua nya berasal dari kata “huur” atau “howr” atau “hur”.
Komentar selanjutnya berkenaan dengan surat 52:20 :”mereka bertelekan diatas dipan berderetan dan Kami kawinkan mereka dengan bidadari-bidadari yang cantik bermata jeli.

Dan Qs 44:54:”demikianlah,Dan Kami berikan kepada mereka bidadari”
Keterangan mengenai kedua surat diatas saya ambil dari penjelasan catatan kaki Qur’an versi terjemahan Ingris (Sheikh )Abdullah Yusuf Ali.”Hur” dimaksudkan pada 3 poin:1,kesucian, seperti kata Hawariyyun,layaknya ketulusan dan kesucian murid-murid Isa as. 2.kecantikan,terutama mata-mata mereka,3.kemurnian dan ahlak yang baik.

Kata “hur” yang adalah juga dipakai untuk menunjuk kepada para murid pria Yesus (Hawariyyun) dan kaum beriman disurga kelak diberikan panggilan indah yang berasalnya dari kata “hur”,jadi jelas bahwa orang beriman kelak akan dinikahkan dengan lawan jenis bukan dengan sejenis.Jadi ahli surga akan mendapatkan pasangan sesuai dengan gender.

Jadi Allah SWT menjanjikan pria untuk wanita pula sebaliknya dan mengawinkannya,bukan memberikan kebebasan berpesta sex layaknya berkumpul kebo dan bukan pula berhomo ria dan lesbian ria.
Catatan penting :Dalam bahasa Arab ,baik makna kata-kata majemuk dan tunggal berasal dari akar kata,Misal kata “Quran”,berasal dari kata “Iqra” yang berarti “baca”

Dan juga “Kitab” berarti “buku” berasal dari akar kata “yaktub” yang berarti menulis/tulis.jadi”kitaba” berarti “tulisan”.”kitaba” berarti “yang tertulis” jadi “kitab” berarti “ yang telah tertulis”.

Keterangan akhir mengenai kata”hawariyyun”(bentuk plural),adalah kata dimana Allah SWT menggelari para murid nabi besar Isa alaihi sallam,berasal dari akar kata “hur”.Jadi menyitir dari panggilan untuk para murid nabi besar Isa as dengan panggilan yang baik dari Allah SWT yaitu “hawariyyun”,bentuk plural dari “huri”,berasal dari akar kata “hur” yang berarti manusia yang indah,luhur dan berakhlak baik ciptaan Allah SWT dan itu berlaku bagi gender pria dan wanita bukan hanya kepada wanita saja. Jadi tidak ada pernikahan dengan gender yang sama di surga (Homo dan Lesbi) namun perkawinan antara Pria (huri-aayn) dan Wanita (huri-aayny). Sekali lagi kata “huri-aayn” berasal dari akar kata “hur”.

Jadi tuduhan umat Kristen sama sekali hanya tuduhan konyol dan prematur