Kebebasan memeluk agama Islam

Kebebasan memeluk agama Islam atau keluar dari Islam

Setiap manusia mempunyai hak untuk bebas berfikir, kesadaran beragama; hak ini termasuk kebebasan untuk berpindah keyakinan atau agama. Dan kebebasan, baik secara individu atau kelompok sudah sewajarnya tidak dihalangi dan di akui oleh pemerintah dan masyarakat.

Al-Qur’an Al Karim mengatakan,

”… Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama; sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang salah.” [Qs 2:256]

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, kemudian kafir, kemudian beriman, kemudian kafir lagi, kemudian bertambah kekafirannya, maka sekali-kali Allah tidak akan memberi ampunan kepada mereka, dan tidak (pula) menunjuki mereka kepada jalan yang lurus”.[Qs 4:137]

Dalam kutipan surat An-Nisaa 4:137, menunjukkan bahwa orang Murtad tidak di hukum mati, karena bagaimana bisa orang tersebut beriman-murtad-beriman-dan murtad lagi, kalau dia di hukum mati pada saat murtad pertama kalinya?

“Maka barangsiapa yang ingin hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin biarlah ia kafir”.[Qs 18:29]

“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka.”[Qs 88:21,22]

Dan

“…Apakah jika dia wafat atau di bunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik kebelakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur”. (Qs 3:144)

Ayat di atas juga tidak, menyinggung hukuman mati terhadap orang Murtad di dunia ini, hukuman bagi para orang Murtad hanya di akhirat bukan di dunia ini, melalui hukuman mati.

Kaum Muslim yang mendukung hukuman mati bagi orang Murtad di dunia ini, berdasarkan Hadis nabi, di mana di katakan Nabi saw dilaporkan berkata: “bunuhlah bagi siapapun yang mengganti (berpindah) agama.” Tapi ini adalah dasar yang lemah karena Hadis ini hanya di sampaikan oleh satu orang, dan tidak di dukung oleh orang kedua. Menurut hukum Islam, hal ini adalah penegasan yang tak layak untuk mengadakan hukuman mati. Syari’ah tidak pernah mengesahkan hukuman mati bagi orang murtad.[ Ibrahim B. Syed, Ph. D. President Islamic Research Foundation International,Inc.7102W. Shefford Lane Louisville, KY 40242-6462, U.S.A.]

Wassallam.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s