Gagalnya seruan orang-orang Sekuler di Timur Islam

Sekularisme muncul di Barat Masehi karena beberapa sebab, yaitu faktor agama, filsafat, teori dan praktek, sehingga ia behasil mengalahkan agama gereja beserta pemimpinnya berikut kejumudannya, keterbelakangan, ketiranian dan kekerasannya terhadap para pemikir, para ilmuwan dan para penemu.

Adalah logis jika ilmu itu mengalahkan kebodohan, kebangkitan menyingkirkan kejumudan dan keterbelakangan, cahaya menghilangkan kegelapan dan menumbangkan kezhaliman. Setelah sekularisme Barat meraih kemenangan dan menguasai gereja, ia menjadi bebas setelah menjadi tawanan dan ia dapat leluasa bergerak sesudah terkepung, hingga kemudian ia bangkit dari penindasan gereja.

Lalu bagaimana keadaan sekularisme di negara Islam, apakah ia pun berhasil seperti di Barat?

Kenyataan menunjukkan bahwa di Timur Muslim tidak ada faktor-faktor yang menyebabkan sekularisme mendapat tempat dan berkuasa di buminya.

Mengapa? Karena agama Barat berbeda dengan agama Timur. Nilai-nilai Barat tidak sama dengan nilai-nilai kita, begitu juga sejarahnya tidak serupa dengan sejarah kita. Kita semua mengatakan bahwa Islam beda dengan agama Masehi, bahwa Masjid tidak sama dengan gereja dan bahwa Al Quran lain dengan Alkitab. Maka apa yang bertentangan dengan agama kita dan apa yang ditolak oleh karakter masa kini serta masa depan kita, tentulah tidak boleh menguasai kita.

Apa yang cocok bagi Barat tidak mesti cocok bagi kita, dan setiap penyebab bangkitnya Barat tidak harus menjadi penyebab kebangkitan kita, karena tiap-tiap negara dan bangsa memiliki sifat, keadaan dan keistimewaan yang berbeda-beda, sebagaimana halnya kondisi tiap-tiap orang.

Saya telah membaca tulisan para propagandis sekularisme dan westernisasi di negara-negara Arab dan Islam berkenaan dengan faktor-faktor penyebab sekularisme mendapat tempat di negari kita, padahal ia adalah barang asing. Ternyata, menurut hemat saya, faktor-faktor yang dijadikan alasan tersebut dibuat-buat dan lemah.

Diantara faktor-faktor yang dijadikan alasan agar Timur Muslim menerima sekularisme adalah bahwa Barat bebas dari keterkungkungan gereja dan bangkit dari tidurnya karena memeluk faham sekularisme.

Pernyataan yang mengandung racun ini telah penulis bantah dengan tambahan yang memadai sehingga tidak perlu penulis ulangi lagi.

Alasan lain yang mereka kemukakan adalah, kita sekarang berada di era ilmu pengetahuan dan rasio bukan di zaman wahyu dan agama.

Pernyataan lainnya adalah Agama itu tetpa, sedang hidup berubah terutama kehidupan manusia, dan sekularisme mampu menghadapi perubahan itu. Adalagi yang berbunyi seperti ini: Sekularisme merupakan jalan satu-satunya untuk menuju hidup maju dan modern.

Alasan mereka yang paling besar dan yang paling keras adalah bahwa sekularisme itu pengganti apa yang disebut dengan“Daulah Diniyah” (Nagara Agama). Mereka menyangka bahwa daulah Islamiyah yang diimpikan oleh para da’i Islam sama dengan daulah diniyah yang dikenal oleh orang-orang Barat kurun waktu pertengahan, dimana dari tangan daulah diniyah itulah mereka menelan kepahitan dan mendapat bencana.

Terhadap pernyataan-pernyataan mereka ini saya akan mencoba menjawabnya satu persatu, terutama pernyataannya tentang daulah diniyah.

Mengenai pernyataannya bahwa kita sekarang berada di era ilmu pengetahuan tidak lagi di zaman wahyu dan bahwa manusia telah menggantikan posisi Allah di dunia, maka saya akan menjawabnya sekali pun saya telah memberikan jawabannya secara detail di buku saya Bayyinat Al-hilli Al-Islam wa Syubuhat Al-Ilmamiyyin wa Al-Mustaghribiin. Pada pasal pertama dengan judul: “Ad-Dien fir ‘Asri Al-Ilmi.” Judul ini telah penulis cetak dalam sebuah risalah khusus.