Matahari terbenam kedalam laut berlumpur?

Diterjemahkan dari www.answering-christianity.com

Meskipun kaum Muslim selalu menjawab tuduhan-tuduhan Missionaris Kristen terhadap agama Islam dan kitab suci al Quran, namun mereka dengan birahi membeo satu sama lain terus saja mempertanyakan hal yang sama, seolah-olah kaum Muslim belum dan tidak penuh menjawabnya.

Baiklah, diantara isu yang biasa di angkat oleh Kristen misionaris untuk mendiskriditkan al Quran adalah ayat yang menceritakan kisah perjalanan Dzulkarnaen. Dimana beliau melihat suatu fenomena alam terbenamnya matahari. Kasus itulah yang dijadikan polemik oleh kalangan yang mencoba menjatuhkan kredibilitas al-Quran secara sains. Ayat suci al-Quran yang di maksud adalah sebagai berikut;

Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: “Aku akan bacakan kepadamu cerita tantangnya. Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu maka diapun menempuh suatu jalan,Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenamdi dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: “Hai Dzulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikanterhadap mereka.”
(Al Qur’an 18:83-86)

Protes yang mereka utarakan ialah bagaimana mungkin Matahari terbenam di dalam laut yang padahal matahari trilyunan kali lebih besar dari bumi dan mustahil terbenam kedalam laut yang berlumpur hitam! Mereka mengong-gong dengan membawa protes ini di setiap diskusi mengenai saintifik al Quran.

Ayat tersebut mengatakan, dia melihat matahari terbenamdi dalam laut yang berlumpur hitam”, dari potongan ayat ini saja sebenarnya sudah bisa menjawab protes mereka, dan merekapun sebenarnya memahaminya. Ayat tersebut memberitahukan pengelihatan itu menurut pengelihatan dan pandangan Dzulkarnaen, oleh karenanya Allah SWT tidak mengatakan bahwa “matahari terbenam”.

Dan di artikel ini saya sertakan sejumlah komentar dari para ahli tafsir, silahkan di ikuti.

Imam Al-Baidawi;

Ia (Dzulkarnaen) mungkin saja sampai di tepi pantai dan melihat matahari disitu karena sejauh mata memandang hanyalah air laut oleh karenanya Allah SWT mengatakan dia melihat matahari terbenamdi dalam laut”namun tidak mengatakan bahwa “matahari terbenam”. (namun dia melihat matahari terbenam)(Al-Baidawi, Anwar-ut-Tanzil wa Asrar-ut-Taw’il, Volume 3, halaman 394. Diterbitkan olehDar-ul-Ashraf, Kairo, Mesir)

Imam Al-Qurtubi menyatakan;

Al Qaffal mengatakan: Maksudnya bukanlah dengan mencapai tempat dan terbit matahari sehingga ia dapat mencapai matahari dan menyentuhnya, karena matahari jauh diangkasa sana, disekitar bumi tanpa menyentuhnya dan terlalu besar untuk terbenam kedalam laut manapun yang berada dibumi. Ia jauh lebih besar dari bumi. Namun hal tersebut dimaksudkan bahwa ia telah mencapai ujung daerah yang masih berpenduduk di timur dan barat, kemudian Dzulkarnaen melihat kejadian itu – menurut pengelihatannya – terbenam kedalam laut yang berlumpur hitam seperti halnya kita mengamati matahari ditanah rata seolah-olah matahari itu masuk kedalam tanah. Oleh karenanya Allah berfirman, Hingga apabila dia (Dzulkarnaen) telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari”. (Al-Qurtubi, Al-Game’ le Ahkam-el-Qur’an, Volume 16, halaman 47. Published by Dar-ul-Hadith, Kairo, Egypt. ISBN 977-5227-44-5)

Imam Fakhr-ud-Deen Ar-Razi menyatakan;

Di kala Dzulkarnaen mencapai barat jauh dan tidak ada lagi dari berpenguhi, dia mlihat mahari seolah-olah terbenam kedalam laut berlumpur, namun bukan sebenarnya begitu. Hal yang sama seperti seorang pekalan melihat matahari seolah terbenam kedalam laut jika ia tidak dapat melihat bagian pantai, yang padahal matahari tersebut terbenam bukan kedalam laut.(Ar-Razi, At-Tafsir-ul-Kabir, Volume 21, halaman 166)

Imam Ibn Kathir menyatakan;

Hingga apabila dia (Dzulkarnaen) telah sampai ke tempat terbit matahari” berarti ia mengikuti arah yang benar hingga ia mencapai daerah terjauh, ia mungkin memulai perjalanan dari barat. Karena mencapai terbitnya matahari di langit adalah mustahil. Apa yang di katakana para periwayat dan pencerita mengenai ia berjalan dalam suatu masa dimuka bumi disaat matahari terbenam dibelakangnya adalah dusta, dan sebagian cerita-cerita ini adalah mitos para Ahli Kitab dan temuan-temuan kebohongan mereka.

Ia melihat matahari terbenamdi dalam laut yang berlumpur hitamberarti ia melihat matahari menurut pandangannya terbenam kedalam laut dan hal ini pun terjadi pada semua orang yang berada di pantai yang melihat seolah-olah matahari terbenam kedalamnya (kedalam laut). (Ibn Kathir, Tafsir-ul-Qur’ân Al-‘Azim, Volume 5, halaman 120. Diterbitkan oleh Maktabat-ul-Iman, Mansoura, Mesir

Saya yakin artikel ini cukup untuk membantah penafsiran keliru non Muslim. Dan Allah lah Hakim dari segala urusan.

Wassallam Wr Wb.