Nabi Melarang membunuh wanita dan anak-anak

Nabi Melarang membunuh wanita dan anak-anak, namun bagaimana dengan perang dimalam hari? Diterjemahkan dari www.answering-christianity.com

Nabi saw melarang membunuh kaum wanita dan anak-anak.

 

 

Ada begitu banyak Hadis dimana nabi saw mengutuk terjadinya pembunuhan atas wanita tidak berdosa dan anak-anak selama masa perang dan ini bukti yang tidak terbantahkan.

Sahih Bukhari

Volume 004, Kitab 052, Nomor Hadis 257.

Selama terjadi Ghazawat seorang wanita ditemukan tewas terbunuh. Rasulullah mencela pembunuhan terhadap kaum wanita dan anak-anak.

Volume 004, Kitab 052, Nomor Hadis 258.

Diriwayatkan oleh Ibn Umar: Disaat sejumlah perang Rasulullah, seorang wanita ditemukan tewas terbunuh, kemudian Rasulullah melarang pembunuhan wanita dan anak-anak.

Sahih Muslim

Kitab 019, Nomor Hadis 4319.

Bab : Pelarangan membunuh kaum wanita dan anak-anak dalam perang

Diriwayatkan bersumber dari Abdullah bahwa seorang wanita ditemukan tewas terbunuh dalam suatu perang Rasulullah (saw). Dia mengutuk pembunuhan atas kaum wanita dan anak-anak.

Kitab019, Nomor Hadis 4320.

Bab : Pelarangan membunuh kaum wanita dan anak-anak dalam perang

Diriwayatkan oleh Ibn Umar bahwa seorang wanita ditemukan tewas terbunuh dalam salah satu pertempuranl; oleh karenanya Rasulullah (saw) melarang keras membunuh wanita dan anak-anak.

Maliks Muwatta

Kitab021, Nomor Hadis 009.

Bagian : Pelarangan membunuh wanita dan anak-anak dalam ekspedisi militer.

Yahya menceritakan kepada ku dari Malik dari Nafi dari Ibn Umar bahwa Rasulullah, sallahu alaihi wassallam, melihat mayat seorang wanita yang terbunuh dalam sebuah gazwah, dan tidak menyutujui pembunuhan itu lantas melarang keras pembunuhan terhadap kaum wanita dan anak-anak.

Kitab021, Nomor Hadis 010.

Bagian : Pelarangan membunuh wanita dan anak-anak dalam ekspedisi militer.

Yahya menceritakan pada ku dari Malik dari Yahya ibn Said bahwa Abu Bakr as-Siddiq disaat mengirim pasukan ke ash-Sham. Dia berjalan bersama Yazid ibn Abi Sufyan yang menjadi komandan salah satu battalion. Di beritakan bahwa Yazib berkata kepada Abu Bakr,”Maukah kamu naik atau aku yang turun?” Abu Bakr berkata, “Aku tidak akan naik dan kamu pun tidak usah turun. Aku memilih jalan ku untuk menuju jalan Allah.”

Lalu Abu Bakr menasehati Yazid, “Kamu akan menemui golongan yang mengaku menyerahkan diri mereka kepada Allah. Biarkan mereka dengan apa yang mereka akui.

“Aku nasehati engkau dengan sepuluh perkara jangan membunuh kaum wanita dan anak-anak atau orang tua, orang lemah. Jangn menebang pohon yang berbuah. Jangn menghancurkan rumah. Jangan membunuh domba atau unta kecuali untuk makan. Jangan membakar sarang lebah dan membubarkannya. Jangan mencuri rampasan perang, dan jangan menjadi pengecut.”

Nabi Muhammad (saw) membuat pengecualian terhadap pembunuhan kaum wanita dan anak-anak.

Sahih Bukhari

Volume 004, Kitab 052, Nomor Hadis 256.

Diriwayatkan oleh As-Sab bin Jaththama: Nabi bersamaku menuju tempat bernama Al-Abwa atau Waddan, dan ditanya apakah di izinkan untuk menyerang ksatria musrykin pada malam hari yang kemungkinan akan membahayakan kaum wanita dan anak-anak mereka. Nabi menjawab, “Mereka (kaum wanita dan anak-anak) adalah bagian dari mereka (Musrykin).”

Saheeh Muslim

Kitab 019, Number Hadis 4321.

Di riwayatkan bersumber dari Sa’b bin Jaththama bahwa Rasulullah (saw), saat ditanya mengenai wanita dan anak-anak kaum Musrykin yang terbunuh selama razia malam, berkata: Mereka bagian dari mereka.

Ada sejumlah maksud dari hadis-hadis. Terus terang pada awalnya sayapun terkejut disaat membacanya. Namun, kitapun tidak mengetahui situasi SEBENARNYA atau apa yang nabi Muhammad maksud kan saat itu. Mungkin, mungkin saja MEREKA adalah wanita dan anak-anak tertentu yang bermufakat memerangi muslim dan bersekongkol dengan musuh.

Mungkin saja, kaum Muslim saat itu tidak bisa menyia-nyiakan kesempatan untuk menyerang musuh sehingga mereka harus menyerangnya, apapun halangannya dengan tujuan untuk menghentikan pertumpahan darah lebih lanjut. (chose the bad among the worst options)

Fakta bahwa para sahabat menanyakan hal tersebut kepada nabi menunjukkan bahwa nabi Muhammad sangat ketat melarang membunuh kaum wanita dan anak-anak. Namun begitu, di kala situasi yang sulit dan tidak ada pilihan lain, segalanya bisa sangat buruk pengecualian selalu menjadi alternatif. Seperti halnya larangan memotong pohon dalam perang, namun disaat mengepung Banu Nadhir nabi Muhammad memberikan pengecualian. Jadi pengeculian-pengecualian memang mau tak-mau harus dilakukan.

Imam Ibn Hajar Al Asaqalani dalam Fath Al-Baari bahwa maksudnya bukan menargetkan kaum wanita dan anak-anak secara sengaja, namun jika sama sekali tidak ada cara lain untuk membunuh musuh dari pada melukai wanita dan anak-anak, dikarenakan mereka bercampur dengan kaum prianya maka tidak ada pilihan. (Diterjemahkan dari: http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?Doc=0&Rec=4747)

Kemungkinan lain adalah bahwa Hadis tersebut telah di-nasakh dan meskipun kaum wanita dan anak-anak menyertai musuh saat perang berlangsung tetap mereka tidak boleh dibunuh. (Lihat http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?Doc=0&Rec=4747 sebagai bukti)

Imam Nawawi mengomentari dalam tafsir Sahih Muslim, bahwa kaum wanita dan anak-anak hanya boleh dibunuh jikalau mereka tidak bisa dibedakan (sulit dibedakan). Namun karena keadaan gelap dan mereka sulit dibedakan, kaum Muslim tidak punya pilihan. (Diterjemahkan dari: http://hadith.alislam.com/Display/Display.asp?Doc=1&Rec=4215)

Tafsir Abdu Dawud pun senada dengan Imam Nawawi (Lihat disini: http://hadith.al-islam.com/Display/Display.asp?Doc=4&Rec=3291)

——————————————

Baca juga :

2 thoughts on “Nabi Melarang membunuh wanita dan anak-anak

  1. pada malam hari situasinya khusus, umat muslim kurang bisa awas dan kurang bisa melihat karena gelap. jadi kalau gak sengaja membunuh wanita dan anak2 masih bisa di maafkan lagi pula siapa suruh wanita dan anak ditempatkan di lokasi yg menjadi target kaum muslimin

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s