Hukum Tawassul Apakah Ia Bid’ah Sesat?

Apakah Tawasul merupakan bid’ah sesat dan tidak pernah di praktekan oleh para sahabat nabi SAW? Untuk menjawabnya, pertama kita harus fahami terlebih dulu apakah yang dimaksud dengan Tawassul.

Tawassul secara lughowi (bahasa) artinya “dengan mengambil perantara (Wasilah)”. Sedangkan secara istilah yakni berdoa kepada Allah SWT, dengan perantara (wasilah).

Kelompok yang sering menamakan diri sebagai “Salafy” pengikut ajaran Muhamad bin Abdul Wahab atau lebih familiar dengan sebutan ajaran Wahabi, mencap aktivitas tawasul sesat dan bahkan musyrik, jika bertawasul kepada orang yang telah wafat, kecuali orang masih hidup mereka tidak keberatan.

Namun nyatanya sahabat nabi SAW, Umar bin Khatab RA bertawasul kepada paman Nabi yakni Abbas bin Abdul Muthalib RA setelah paman Nabi telah meninggal. Dan ini terbukti dalam sebuah hadis.

اللَّهُمَّ إِنَّا كُنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِنَبِيِّنَا صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَتَسْقِينَا وَإِنَّا نَتَوَسَّلُ إِلَيْكَ بِعَمِّ نَبِيِّنَا فَاسْقِنَا

ALLOOHUMMA INNAA KUNNA NATAWASSALU ILAIKA BIN ABIYYINAA MUHAMMAD SHALLALLAHU’ALAIHIWASALLAM FATASQIINAA WA-INNAA NATAWASSALU ILAIKA BI’AMMI NABIYYINAA FASQINAA

“Ya Allah, kami dahulu pernah meminta hujan kepada-Mu dengan perantaraan Nabi kami kemudian Engkau menurunkan hujan kepada kami. Maka sekarang kami memohon kepada-Mu dengan perantaraan paman Nabi kami, maka turunkanlah hujan untuk kami” (HR Bukhari 3434)

Atau sebagaimana yang disampaikan Ibnu katsir dalam kitab tarikhnya 7/105:

Berkata al hafidz Abu Bakar al Baihaqi, telah menceritakan Abu Nashar bin Qutadah dan Abu bakar al Farisi, mereka berdua berkata: telah menceritakan kepada kami Abu Umar bin Mathor, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Ali Addzahli, telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya, telah menceritakan kepada kami Abu Mu’awiyah dari ‘Amasy dari Abi Shalih dari Malik Ad Daar Ia berkata, “Orang-orang mengalami kemarau panjang saat pemerintahan Umar. Kemudian seorang laki-laki datang ke makam Nabi Shallallahu alaihi wasallam dan berkata “Ya Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam mintakanlah hujan untuk umatmu karena mereka telah binasa”.

Kemudian orang tersebut mimpi bertemu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan dikatakan kepadanya “datanglah kepada Umar dan ucapkan salam untuknya beritahukan kepadanya mereka semua akan diturunkan hujan. Katakanlah kepadanya

“bersikaplah bijaksana, bersikaplah bijaksana”. Maka laki-laki tersebut menemui Umar dan menceritakan kepadanya akan hal itu. Kemudian Umar berkata “Ya Tuhanku aku tidak melalaikan urusan umat ini kecuali apa yang aku tidak mampu melakukannya” (Sanadnya shahih adalah penetapan dari Ibnu katsir. Malik adalah Malik Ad Daar dan ia seorang bendahara gudang makanan pada pemerintahan Umar,ia adalah tsiqoh)

Jadi Tawasul dipraktekan oleh Umar ibn Khatab RA, jika sahabat seutama Umar mempraktekannya apakah anda masih percaya bahwa Tawasul adalah bid’ah sesat?

Baca juga:
Hukum Berdo’a dengan Tawassul.
Tawasul.
Hukum Maulid.
Dengan Rasulullah.

3 thoughts on “Hukum Tawassul Apakah Ia Bid’ah Sesat?

  1. Ping-balik: Hukum Maulid Nabi SAW, Apakah Maulid Bid’ah Sesat? | Isyihadu bi ana Muslimin

  2. “Ya Allah, kami dahulu pernah meminta hujan kepada-Mu dengan perantaraan Nabi kami kemudian Engkau menurunkan hujan kepada kami. Maka sekarang kami memohon kepada-Mu dengan perantaraan paman Nabi kami, maka turunkanlah hujan untuk kami” (HR Bukhari 3434)

    Apa benar hadits ini..? Apakah Rosululloh SAW mengucapkan ini…? Kalau dilihat kalimatnya (dalam Bhs Indonesia) bisa dipastikan bukan ucapak Nabi SAW. Kalimat ini pasti ucapan orang lain dan belum tentu Umar RA

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s